Lynx terjun bebas ke dalam kegelapan pekat, seolah-olah waktu dan ruang telah melupakan keberadaannya. Angin menerpa wajahnya dengan ganas, sementara tubuhnya meluncur dengan kecepatan yang menakjubkan.

"Apa yang terjadi? Di mana aku? Ini pasti ulah wanita itu, Yin Yue," batin Lynx, rasa kesal menyelimuti pikirannya.

Ia tidak menduga bahwa serangan akan datang secepat ini, terutama setelah dirinya dan Ling Mei berhasil terlepas dari masalah, dan dia merasa kaget melihat kemunculan Yin Yue. "Persepsiku di tempat ini tidak berfungsi dengan baik. Energi iblis ini... apa sebenarnya? Ternyata ada banyak jenis energi." Berbagai pertanyaan berputar dalam benaknya, menunggu saat-saat mendarat yang seakan tak kunjung tiba.

"Di mana aku sekarang? Apakah masih di dunia kecil? Atau ini tempat yang berbeda? Bagaimana dengan Ling Mei?" pikirnya, kebingungan menyelimuti setiap detak jantungnya.

Setelah beberapa waktu yang terasa seabad, akhirnya ia melihat dasarnya dan segera mendarat dengan mantap di dasar jurang. Lynx berusaha tetap tenang, matanya berusaha menyesuaikan diri dengan kegelapan. Namun, secepat itu, ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres—bau busuk yang begitu menyengat menyergap indra penciumannya.

Seketika, matanya menyala dengan cahaya halus, dan pemandangan mengerikan terbentang di hadapannya. Tumpukan tulang belulang berserakan sejauh mata memandang, beberapa di antaranya masih dilumuri daging busuk yang telah mengering. Jurang ini bukan sekadar lembah biasa—ini adalah kuburan binatang.

Tidak.

Lebih tepatnya, ini adalah ladang pembantaian para binatang iblis.

Dan saat itu juga, Lynx merasakan pergerakan di kegelapan, ratusan pasang mata merah menyala menatapnya dengan lapar.

"GRAAAAAAHHHH!"

Dari segala arah, makhluk-makhluk itu melesat. Tubuh-tubuh raksasa dengan kulit bersisik sekeras baja, cakar tajam yang berkilauan dalam gelap. Di antara mereka, serigala iblis seukuran kereta perang, kalajengking berlapis baja dengan ekor beracun berpendar, dan kelelawar iblis yang bergetar di udara, taring-taring mereka meneteskan cairan hijau yang mengancam.

"Jadi ini sambutan kalian?" tanyanya, nada tantangan menggema di ujung kalimatnya.

BOOM!

Dalam sekejap, puluhan binatang iblis menerjang ke arahnya.

Namun—

BANG!

Lynx mengayunkan tangannya dengan tenang, dan semua makhluk yang ada dalam jangkauan langsung meledak menjadi kabut darah. Tidak ada teknik, tidak ada seni bela diri, hanya satu gerakan sederhana, tetapi dampaknya seperti gunung yang dihantam oleh langit itu sendiri.

Serigala iblis yang baru saja hendak menerkamnya? Hilang dalam sekejap.

Kalajengking lapis baja yang mencoba menusukkan ekornya? Tak bersisa.

Bahkan kelelawar raksasa yang melayang di atasnya, berusaha menyerang dari udara, langsung remuk tanpa sempat mengeluarkan suara.

Namun, itu tidak cukup untuk menghentikan mereka.

Ratusan lainnya masih berbondong-bondong menyerbu, memenuhi setiap sudut jurang. Meskipun setiap pukulan Lynx bisa membunuh puluhan sekaligus, tubuh mereka yang besar dan jumlah yang masif tetap menghalangi jalannya.

Lynx mendongak ke atas. Karena persepsinya terhalang, dia tidak mampu melihat jauh. Kemampuan tembus pandangnya juga memiliki jangkauan, tidak bisa digunakan untuk melihat setinggi jurang tersebut.

"Aku tak bisa buang waktu di sini, Ling Mei menungguku."

Matanya bersinar, mencoba menembus kegelapan dan melihat jalan keluar, tetapi kabut tebal bercampur dengan energi iblis menghalangi pandangannya. Itu berarti ia harus mencari jalannya sendiri.

BOOM!

Dengan satu tendangan, tanah di bawahnya retak, menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan puluhan makhluk dalam sekejap. Lynx berlari, tubuhnya bergerak seperti kilatan petir di tengah gerombolan iblis.

Seekor beruang iblis seukuran rumah mengayunkan cakarnya.

Lynx tidak menghindar, dia hanya mengepalkan tinjunya.

DUARR!

Satu pukulan. Beruang itu lenyap, tak bersisa sedikit pun.

Namun, semakin banyak yang datang. Binatang iblis terus mengalir seperti ombak tanpa akhir, seakan ingin menelan Lynx hidup-hidup.

"Aku harus keluar dari sini secepatnya," gumamnya.

Tanpa ragu, ia melesat ke depan, setiap langkahnya meninggalkan kawah besar di tanah. Setiap pukulannya menghancurkan makhluk-makhluk yang menghalangi jalannya. Darah dan daging beterbangan, namun tidak satu pun menempel di tubuhnya.

Ia terus maju, membantai tanpa henti.

Di ketinggian, samar-samar, sebuah cahaya redup dari sinar mata binatang iblis terlihat, binatang-binatang iblis tersebut menatap tajam kearah bawah karena naluri mereka terhadap kejadian dibawah.

Mata Lynx bersinar.

"Baiklah. Aku bisa memanfaatkan keberadaan mereka. Jika diatas sana ada binatang iblis, berarti ada jalan. Kalaupun ternyata jalan buntu, akan aku hancurkan sekalian. Ling Mei memerlukanku. Ayo lihat seberapa cepat aku bisa keluar dari sini." Batinnya dengan rasa khawatir.

Dengan tubuhnya yang bergerak seperti bayangan, ia menerjang ke atas.

Setibanya diatas dan membunuh binatang-binatang iblis disana, Lynx berdiri di tengah tumpukan bangkai binatang iblis yang baru saja dihancurkannya. Jurang ini memang layak disebut kuburan hewan. Tidak ada celah untuk naik, hanya dinding curam dan bebatuan tajam yang menjulang ke atas. Selain Lynx, sangat mustahil orang lain dapat melakukannya.

Ia mendongak, matanya menyipit melihat sinar mata lainnya

"Jaraknya cukup tinggi… tapi bukan berarti aku tak bisa naik. Yang terpenting aku tahu kemana harus mengarah bukan asal melompat tanpa tahu dimana akan turun."

Tanpa ragu, Lynx menekuk kakinya. Dalam sekejap—

BOOM!

Tubuhnya melesat seperti meteor, menghantam tebing dengan kekuatan yang meremukkan batuan. Belum sempat kaki menapak sempurna, dua ekor binatang iblis seperti serigala namun bersayap, binatang iblis tingkat tinggi melompat ke arahnya, taring mereka berpendar merah gelap.

Lynx hanya mengayunkan tangannya.

BANG!

Dua serigala itu meledak seketika, tubuh mereka tersebar menjadi kabut darah.

Tanpa kehilangan momentum, Lynx melompat lagi, berpindah ke tebing berikutnya dimana sinar mata binatang iblis terlihat. Setiap pijakannya menghancurkan batuan di bawahnya, dan setiap monster yang menghalangi langsung dimusnahkan tanpa perlawanan. Ketika tidak ditemukan pijakan, tangan dan kakinya memukul pinggiran tebing untuk berpegangan.

"Aku tidak punya pilihan lain, hanya bisa terus naik keatas dan mencapai puncaknya. Akan kupikirkan cara lain jika ternyata jalan keluar belum kutemukan." Katanya kesal setelah beberapa kali melompat tinggi namun belum bisa melihat tanda-tanda puncak jurang.

"Kukira kekuatanku akan bisa menghancurkan segalanya. Ternyata ada juga teknik-teknik yang dapat menghalangiku meski tidak bisa menghentikanku. Ini alasan lain kenapa aku harus menyembunyikan kekuatanku. Mencegah orang lain mencari kelemahanku. Karena segala sesuatu pasti ada kelemahannya." Batinnya setelah menganalisa kondisinya.

Seekor binatang iblis seperti ular bersayap tiba-tiba muncul dari sisi dinding atasnya, saat Lynx masih menganalisa keadaan. Binatang itu meluncurkan semburan api hitam.

Lynx kembali  melompat ke arah ular tersebut muncul. Ia meninju udara di depannya.

BOOOM!

Semburan api hancur sebelum sempat mendekat, dan ular itu langsung terbelah menjadi dua akibat gelombang pukulan Lynx.

Berkali-kali ia melompat, berkali-kali ia menghancurkan musuh yang menghadangnya. Hingga akhirnya—

DUUUM!

Lynx tiba di puncak jurang. Ia berdiri tegap, melihat ke sekeliling.

"Dimana Ling Mei?"

Lynx mencoba merasakan keberadaan Ling Mei, namun tetap tidak berhasil. Hukum didunia tersebut membuat kemampuan persepsi dan kemampuan lainnya seperti terbang tidak dapat dilakukan.

"Siapa yang menciptakan dunia kecil ini sebenarnya. Sehingga mampu menghalangi kekuatanku?"

"Tak ada pilihan lain."

Lynx menurunkan tubuhnya sedikit, lalu,

BOOM!

Dalam sekejap, ia menghilang.

Kecepatannya meningkat berkali-kali lipat, tubuhnya berlari menelusuri setiap sudut area, menembus puluhan kilometer dalam hitungan detik.

Setiap binatang iblis yang muncul di hadapannya langsung dihancurkan dalam satu pukulan. Tak peduli seberapa besar, kuat, atau cepat mereka—semuanya lenyap dalam satu serangan.

Kristal iblis bertebaran di tanah, memancarkan cahaya pekat yang seharusnya bisa digunakan sebagai sumber energi. Namun, Lynx tidak mencoba mengambilnya. Saat bersama Ling Mei, mereka sudah mencoba memeriksa dan kristal itu langsung retak menghilang.

"Mereka sudah terkontaminasi…" Lynx bergumam.

Kristal-kristal ini telah dirusak oleh energi iblis yang tidak bisa digunakan. Lynx mengerutkan kening, tapi ia tak punya waktu untuk memikirkan itu sekarang.

Ia harus menemukan Ling Mei—sebelum sesuatu terjadi padanya.

Di tengah tanah yang dipenuhi energi iblis, Ling Mei dan Yin Yue berdiri di hadapan dua makhluk raksasa yang berdiri didekat formasi sebagai pintu yang membawa mereka ke lapisan berikutnya.

Dua binatang iblis berdiri tegak, tubuh mereka menjulang seperti gunung kecil.

Tubuh mereka dipenuhi tanduk melingkar yang mencuat dari kepala hingga punggung, dengan sisik hitam berkilauan yang memancarkan cahaya gelap. Mata mereka bersinar merah menyala, penuh kebencian dan keganasan.

Ekor panjang mereka bergoyang perlahan, setiap gerakan menyebabkan duri tajam yang menutupi ekor itu berdenting seperti logam yang saling beradu.

WUSH!

Salah satu dari mereka mengibaskan ekornya ke tanah, menciptakan retakan besar di bebatuan di bawahnya.

Ling Mei mengangkat pedangnya, qi emas hitam berputar di sekeliling tubuhnya. "Jadi maksudmu aku harus melawan mereka?"

Yin Yue hanya menyeringai,"Tentu saja jika kamu ingin kekasihmu selamat."

Yin Yue, sengaja mengajak Ling Mei berjalan biasa tidak menggunakan alat teleportasinya karena tidak ingin Ling Mei mengetahui kemampuan dan rencananya. Karena dia sudah mengetahui arah perjalanan dan jebakan formasi, mereka bisa melewati dengan tidak terlalu banyak kendala.

Sebagai sesama wanita, Yin Yue dapat melihat kekhawatiran Ling Mei terhadap Xiao Ling yang berbeda dengan kekhawatiran terhadap seorang teman, sehingga dia semakin yakin dapat memanfaatkan Ling Mei.

"Tunjukan Xiao Ling, aku ingin tahu keadaannya?" Kata Ling Mei.

"Ini bukan waktunya, lihat mereka datang." Yin Yue segera mencari tempat untuk bersembunyi.

